Kerusuhan tanjung priok

Assalamu’alaikum wr wb,
Dalam hal ini penulis tidak menyalahkan kelompok manapun karena penulis juga tidak tahu apa yang terjadi, penulis juga tidak bisa menghakimi dari kelompok manapun juga, namun penulis akan melihat dari sudut yang berbeda, sehingga lebih objective menilai.
Yang pertama bagi rekan-rekan satpol PP, InsyaAlloh saya yakin meraka (anggota tsb ), terutama yang beragama Islam, hati kecil mereka menolak untuk ikut mengeksekusi pemakaman Habib Al-Haddad, namun mereka tidak ada ‘kuasa’, karena perintah dari atasan…sekarang yang menjadi soal bagaimana atasan ini? bagaimana para pemimpin ini?
Mereka, khususnya pimpinanan Satpol PP dan secara umum semua anggotanya, harus tahu karakter masing-masing yang dihadapinya. Apakah perlu melakukan pendekatan keagamaan, pendekatan pendidikan, pendekatan budaya dan juga apakah perlu melakukan pendekatan ‘kekerasan’.
Contoh di tanjung priok ini, salah besar kalau melakukan pendekatan kekerasaan, harusnya yang dilakukan adalah pendekatan agama, budaya dan pendekatan personal kepada ahli waris Habib Al-Haddad.
Kita semua tahu, bahwa di beberapa daerah tertentu di Indonesia ini, warga/masyarakat lebih taat kepada Habib, Ulama, Kiyai, Ustadz atau tokok masyarakat lainnya daripada pemerintah, contoh masyarakat Madura, Betawi, Pasuruan, Probolinggo dan lain-lain, titah ulama’ lebih mereka taati daripada ucapan orang2 dipemerintahan, kalau seperti ini penyelesaiannya, maka dekati ulama atau tokoh masyarakat tsb, InsyaAlloh tidak akan terjadi bentrokan spt itu.
Satpol PP juga harus menyadari pentingnya tempat yang akan di ekseskusi, masyarakat pasti akan melawan jika yang di ekseskusi adalah tempat ibadah, makam dan lain-lain, tapi lain halnya jika yang di ekseskui tempat maksiat atau sejenisnya.
Jauh dari itu, pendidikan tatakrama, sopan santun, akhlak harus juga di tanamkan pada anggota satpol PP ini, sehingga tidak selalu melakukan eksekusi dengan cara kekerasan, contoh kecil saja salah satu bibi saya yang kerja di Kaki lima oleh oknum satpol PP ini di tendang , apakah ini manusiawi ? duh!
ada juga yang dagangannya di buang dan berserakan kemana-mana, padahal dagangan itu adlaah tempat mereka mencari rejeki…Kalau misal akan dieksekusi,apakah tidak lebih baik disampaikan secara bijak dan juga diberikan ganti rugi, minimal sepadan ( contoh bibi saya, menjadi PKL di daerah wonokromo sudah puluhan tahun, sebelum saya lahir )…..so tiba2 di ekseskui dengan cara yang sangat tidak manusiawi dan sangat amat kasar!
Sekarang bagaimana dengan warga, mereka juga harus bisa meredam segala emosi dengan tidak melakukan tindakan yang di larang oleh agama, apalagi sampai membunuh sesamanya, mereka juga harus bisa menjaga sikap juga, sehingga tidak terkesan anarkis dan lain sebagainya. dan InsyaAlloh penulis yakin masyarakat akan seperti itu kalau tidak terpancing oleh aparat dan juga adanya provokator.
Semoga kejadian tanjung priok ini tidak terjadi lagi dan semua pihak bisa duduk bersama, jangan hanya mementingkan segelintir orang, segelintir pengusaha dan pengusaha sehingga mengorbankan banyak orang, baik itu masyarakat umum maupun anggota satpolPP yang lainnya.
Untuk pengadilan di negeri ini, yang sering kita lihat ketidakadilannya, memutuskan suatu perkara karena hawa nafsu dan karena duniawi belaka, maka sadarlah dan segera bertobatlah, karena anda tidak akan lepas dari pengadilan Alloh jika memutuskan tidak adil, namun anda akan masuk syurga tanpa hisab, InsyaAlloh jika anda berbuat adil….percayalah itu, hidup bukan hanya di dunia bung!!!

Wassalamu’alaikum Wr Wb,
Al-Faqir, Saudi Arabia

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s