Email buat seorang “Teman”

Kemarin, kebetulan saya kedatangan bule yang sudah lama saya kenal, beliau waktu itu meminta bantuan kepada saya untuk memperbaiki internet beliau yang masalah ( Speedy ). Karena saya rasa beliau disamping sudah kenal lama juga rumahnya adalah “bertetangga” dengan kantor, tidak masalah. Saya juga mohon ijin kepada teman-teman di kantor untuk keluar sebentar, karena tentu ini mengambil jam kantor.
Dalam perjalanan ke rumah beliau ( jalan kaki ), maklum khan dekat kami berbicara banyak hal, salah satunya beliau menanyakan “status” saya, “apa sudah nikah nih atau belum”. Ups…..semua orang yang aq kenal dan bertemu pasti tanya itu ( aq memang udah pantas nikah yah hehehehe ). Aq jawab, “InsyaAlloh pak dalam waktu dekat, do’akan saja”, ” kami masih tunangan”. Singkat kata kami sampai di rumah beliau dan sebelum mengerjakan “tugas” memperbaiki internetnya, saya diajak ngobrol/diskusi mengenai salah satu ajaran Islam, yaitu poligami. Beliau sebenarnya sangat baik mengungkapkannya, sangat toleran, maka itu salah satu yang saya sangat senang, tapi intinya beliau juga “menggugat” tentang ajaran poligami ini. Berhubung saya tidak mempunyai waktu yang lama ( disamping sudah agak sorean, saya juga mengambil jam kerja waktu itu ), maka diskusinya dengan sendirinya kami sudahi dan aq melakukan pengecheckan terhadap problem internetnya, yang ternyata hanya kabel telpnya belum dipasang/ditancapkan……So Jelas tidak bisa connected🙂.
Namun sebagaimana janji saya pada beliau, saya akan menulis email untuk menjawab diskusi yang tertunda tersebut dan lain waktu, jika ada kesempatan ingin rasanya berdiskusi.
Berikut petikan email saya pada beliau:

Selamat pagi Bapak Peter,

Bagaimana kabar Bapak dan keluarga, semoga baik-baik saja. Senang sekali
saya dapat bertemu dengan Bapak kemarin dan dapat membantu menyelesaikan
problem Internet Bapak, serta kita sharing berbagai hal, sehingga dapat
menambah cakrawala berpikir saya. Ingin rasanya saya berdiskusi dengan
Bapak dengan waktu yang cukup, namun waktu itu belum memungkinkan, semoga
lain waktu kita dapat berdiskusi kembali.
Ada satu hal sebenarnya yang ingin saya sedikit meluruskan, dengan harapan
tidak terjadi kesalahpahaman, dan ini merupakan kewajiban saya selaku
orang Muslim untuk menyampaikan, yaitu masalah polygami ( menikah dengan
lebih dari 1 wanita ). Saya sangat senang dengan Bapak, karena Bapak
sangat terbuka dan sangat toleran.
Mengenai polygami ini, kita akui memang masih banyak diantara ummat Islam
sendiripun belum mengetahui ilmunya, termasuk saya. Yang saya pelajari
semua agama tidak mengharamkan praktek polygami. Kalau kita lihat bahkan
raja-raja dan nabi2 memiliki istri lebih dari satu, dan di dalam Kitab
suci dijelaskan. Raja2 bahkan tidak terbilang jumlah istri, kalau kita
pehatikan istri Nabi Daud dan Solomo, beliau mempunyai banyak istri.
Di Dalam Al-Quran mengenai polygami ini, terdapat dalam Surat An-Nisa ayat
3, misalnya. Sedang kalau di dalam Al-Kitab misalnya 2 Samuel 15:16; 19:5;
20:3, 1 Sam. 25:42-44 , 2 Sam. 12:8 dan masih banyak lagi, demikian juga
di agama yang lain.
Untuk berpoligami, itu hal yang sangat sulit dicapai bagi kebanyakan
orang, kaerna syaratnya sangat ketat, hanya orang-orang tertentu yang
dapat melakukannya.
Diantara syarat poligami adalah Pertama, jumlah
istri tidak boleh lebih dari empat. Kedua, suami tidak boleh berlaku zalim
terhadap salah satu dari mereka. Ketiga, suami harus mampu memberikan
nafkah kepada semua istrinya ( Adil ). Keadilan ini yang sangat di
tekankan, sehingga jika tidak dapat berlaku adil, maka cukuplah satu saja.
Mungkin itu saja email saya pak Peter dan mohon maaf jika ada kata yang
kurang berkenan, karena kasus poligami ini sebenarnya sangat kecil dan
sedikit sekali dibandingkan dengan kasus pelecehan seksual, pergaulan
bebas/perzinahan dan lain sebainya.

Terima kasih,
Saudi Arabia

Sebenarnya, jawabannya sangat singkat agar beliau tidak bosan baca ( kalau terlalu panjang seperti skripsi hehehehe ). namun semoga dapat sedikit menjadi jawaban dan menerangkan, sehingga tidak timbul kesalah pahaman terhadap ajaran agung Islam.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s