Hamas: Ramallah Lancarkan Kampanye Perburuk Citra Hamas

hamas1_1_1_1_1_300_0

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan propaganda media yang dilancarkan pemerintah “Dayton” di Ramallah adalah propaganda sistematis dan terkaji dengan tujuan untuk mengaburkan potret gerakan Hamas setelah kemenangan yang dicapai bersama faksi-faksi perlawanan di Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan Hamas dalam pernyataan resmi, Kamis (22/01). Menurut Hamas, hanya beberpa hari saja setelah penghentian agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza pihaknya dikejutkan oleh opini publik Palestina, Arab dan Islam akibat kampanye media yang dilancarkan pemerintah “Dayton” (merujuk kepada pemerintah boneka yang dibentuk Jenderal Amerika Keith Dayton) di Ramallah yang menjelek-jelekkan gerakan Hamas. Adalah Mahmud al Habbash, salah seorang menteri pemerintah inkonstitusional pimpinan Salam Fayad yang menjadi boneka Dayton, melancarkan serangannya pada Hamas dalam konferensi pers, Rabu (21/01). Kemudian disusul oleh Yaser Abu Rabi, anggota Dewan Eksekutif PLO “yang sudah kehilangan legalitas”, Kamis (21/01).

Hamas menjelaskan, “Kesamaan dari kedua konferensi tersebut adalah sama-sama melontarkan tuduhan-tuduhan batil dan dusta terhadap gerakan Hamas dan para pemimpinnya. Menuduh gerakan Hamas korup, mencuri dan merampok dan tuduhan-tuduhan lainnya yang tidak layak untuk ditanggapi dan dijawab.”

Hamas menegaskan, “Ini adalah propaganda yang terencana sistematis dan terkaji dengan tujuan untuk mengaburkan citra gerakan Hamas setelah kemenangan yang berhasil diraih bersama faksi-faksi perlawanan dalam menghadapi agresi Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.”

Hamas menambahkan, “Kemenangan ini telah memerikan hasil yang sebaliknya dari pa yang diinginkan musuh dan para anteknya. Karena rakyat Arab dan Islam semakin memberikn dukungan kepada faksi perlawanan, terutama kepada gerakan Hamas, membentang hingga sekitar Arab, Islam dan di luarnya.”

Hamas menegaskan, “Tujuan lain dari propaganda ini berkaitan dengan ketakutn pemerintah Dayton mengalirnya dana bantuan yang ada datang untuk membangun kembali Jalur Gaza, masuk ke kantong bukan tokoh otoritas yang korup dan perusak yang tidak memiliki legalitas sama sekali. Namun ke tangan orang-orang yang amanah, komitmen dan kredibel.”

Yang dimaksud Hamas otoritas korup dan tidak memiliki legalitas adalah pemeritah Ramallah yang dibentuk Abbas dengan dipimpin oleh Salam Fayad. Ditengarai pemerintah Ramallah ini hanyalah boneka permainan Jenderal Keith Dayton yang ditunjuk Amerika sebagai coordinator keamanan di Palestina. (seto)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s