Krisis Keuangan Global Momen Beralih ke Bank Syariah

JAKARTA – Krisis keuangan global yang sedang terjadi saat ini menjadi pelajaran berharga bagi pelaku ekonomi, terutama di negara-negara maju. Untuk mencegah agar tidak terulang kembali, penerapan ekonomi syariah dalam sistem ekonomi bisa menjadi salah satu solusi.

“Untuk mengatasi krisis tidak dapat dilakukan dengan menggunakan paradigma sistem ekonomi yang sama seperti saat ini,” ujar Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Riawan Amin dalam acara press conference World Islamic Economic Forum (WIEF) di Hotel Grand Hyatt kemarin.

Menurut dia, untuk mencegah krisis keuangan global terulang, perlu melakukan pembedahan hingga mendasar paradigma-paradigma sistem keuangan dunia.

Dia menyarankan agar pemerintah Indonesia tidak mendengar apa yang dikatakan masyarakat internasional, tentang resep-resep yang ampuh untuk mengatasi krisis keuangan saat ini. Lakukan saja yang terbaik bagi Indonesia, dan cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan ekonomi Syariah. Namun Riawan mengakui, penerapan sistem syariah tidak bisa dilakukan secara radikal dan mendadak.”Saya akui itu tidak mudah, harus secara bertahap,” tuturnya.

Untuk menerapkan sistim ekonomi syariah secara penuh, harus dilakukan secara mendasar dengan cara membedah satu per satu paradigma dan dasar sistem perekonomian dan keuangan Indonesia. Dengan cara begitu, bisa diketahui sisi mana yang bisa dirubah untuk menyesuiakan dengan ekonomi syariah.

“Salah satu cara yang bisa ditempuh dalam tahap awal ini adalah dengan cara memindahkan tabungan konvensional ke bank syariah,” tukasnya.

Dirut Bank Muamalat itu meyakini prospek bank syariah di Indonesia ke depan akan jauh lebih baik. Pasalnya Bank Indonesia (BI) sudah mendukung dengan adanya Serifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) serta Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait perbankan syariah. Kondisi tersebut didukung oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. “Sementara sisa penganut agama lainnya saya kira juga termasuk orang yang anti riba,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar masyarakat melakukan tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis, yaitu dengan mendatangi Unit Usaha Syariah atau Bank Umum Syariah. Menurut dia, prospek keuangan syariah akan semakin cerah karena investor dari Timur Tengah mulai kehilangan tempat berinvestasi di Eropa dan Amerika Serikat saat krisis global terjadi. “Timur Tengah akan mulai mengalirkan dananya ke negara-negara Islam, seperti Indonesia,” jelasnya.

Pembiacaran mengenai ekonomi syariah dengan sistim yang berjalan saat ini akan mengemuka dalam acara Islamic Economic Forum (WIFE) yang diselenggarakan di Ritz Carlton Pacific Place Hotel, Jakarta pada 2-3 Maret 2009. Ini merupakan penyelenggaraan yang kelima, setelah sebelumnya diadakan di Malaysia, Pakistan, Malaysia dan Kuwait. Acara tersebut dibentuk sebagai sarana dialog melalui kerjasama bisnis antara pengusaha Muslim dan Non-Muslim dari seluruh dunia. WIEF juga menjadi sarana untuk menyelesaikan masalah dan isu-isu penting dunia saat ini. (wir/fan)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s