Haniyah: Perang Gaza adalah Perang Pembeda

haniyah

Gaza – Infopalestina: PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza adala perang gila. Dia menyebut sebagai “perang pembeda”. Karena “kondisi sebelum perang akan berbeda dengan kondisi setelahnya.”

Hal tersebut disampaikan Haniyah melalui siaran langsung di teve al Aqsha, Rabu (31/12). Dia mengatakan, “Apa yang terjadi di Gaza adalah perang sesungguhnya. Perang tanpa moral dan etika. Perang tanpa prinsip-prinsip. Perang yang melanggar semua konvensi, hukum, prinsip-prinsip serta undang-undang dunia dan langit. Ini adalah perang pemusnahan terhadap rakyat Palestina. Perang sesungguhnya yang menjadikan target semua yang ada di atas tanah. Pembunuhan yang terfokus pada warga sipil. Perang yang menggunakan segala senjata. Tanpa mengecualikan apapun sebagai targetnya, anak-anak dan orang dewasa, warga sipil dan militer. Namun demikian, front internal Palestina sangat kuat dan solid. Gaza dan rakyatnya akan keluar dengan damai dan aman, dengan kekuatan dan kemampuan dengan izin Allah.”

Haniyah menyatakan bahwa penjajah Israel menginginkan dari perang ini sebagai jalan masuk untuk memusnahkan rakyat, melemahkan issu Palestina, serta jalan masuk untuk menghancurkan proyek dan program Palestina. “Untuk itu, perang ini sebenarnya tidak membidik pemerintah atau Hamas semata, meski ini yang menjadi judul perang, dan ini adalah kehormatan bgi gerakan untuk menggelorakan semangat juang dan membela rakyat. Namun perang ini pada hakikatnya ditujukan kepada semua anak bangsa Palestina, pada perlawanan, kemampuan, institusi dan harta kekayaannya,” ungkapnya.

Haniyah mengingatkan bahwa saat ini di Jalur Gaza adalah dua pemandangan. Pertama adalah penghancuran, pembantaian, potongan tubuh, pembunuhan, bombardemen, terror dan ketakutan. Karena perang ini menggunakan semua jenis senjata untuk menghancurkan segala hal di atas bumi Palestina. Tidak diragukan lagi, ini adalah pemandangan yang menyakitkan. Karena hari ini kita berbicara tentang 400 orang yang gugur dan 2000 orang terluka.

Sedang pemandangan kedua adalah semangat juang, kegigihan, keteguhan, kemampuan untuk berkorban dan kemampuan menyerap gempuran, pemandangan kesiap-siagaan para mujahidin yang membela tanah dan rakyatnya.

Dia mengatakan, “Kita bisa mengatakan bahwa semangat juang telah menang selama 5 hari perang gila ini, akan menang melawan penghancuran, darah ini akan menang menghadapi pedang, bocah miskin ini akan menang menghadapi pesawat gila yang membawa berton-ton bom, rakyat ini akan menang menghadapi kapal-kapal perang yang kembali menguasai perairan dekat Gaza, akan menang menghadapi tank-tank yang sedang menunggu melancarkan pembantaian lebih banyak lagi terhadap rakyat Palestina.”

Dia menambahkan penjajah Israel hari ini sedang menghadapi umat dan dunia yang bebas, “yang tidak bisa menerima berlanjutnya perang gila ini terhadap rakyat yang terisolasi dan di lokasi yang sempit secara geografi, namun besar dalam spirit perjuangan dan kegigihan.”

Di akhir pidatonya Haniyah menegaskan bahwa penjajah Zionis Israel akan gagal dalam merealisasikan target-targetnya dalam perang ini. (seto)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s